Gerakan Pramuka, Benteng Terakhir NKRI?

Peringatan Hari Pramuka ke-47
SBY: Saya Tidak Ingin Gerakan Pramuka Tidak Penting Lagi di Indonesia


Presiden SBY menyematkan Lencana Melati kepada tokoh-tokoh kepanduan, dalam acara Peringatan Hari Pramuka ke-47, di Cibubur, Jakarta, Kamis (14/8) sore. (foto: rusman joni/presidensby.info)

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Kamis (14/8) sore, menghadiri upacara Peringatan Hari Pramuka ke-47 di Lapangan Gajah Mada, Kompleks Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur. Dalam upacara yang dihadiri kurang lebih 2.250 anggota Pramuka tersebut, Presiden SBY menjadi Pembina Upacara.

Tampak hadir bersama dengan Presiden di dalam acara yang bertemakan "Dengan Semangat Kebangkitan Nasional Kita Pacu Perkembangan Gerakan Pramuka", antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, serta Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar. Dengan tema tersebut di atas, diharapkan gerakan Pramuka dapat berkembang sebagai lembaga pendidikan yang strategis untuk membentuk generasi muda yang tangguh.

Presiden SBY selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, menyematkan Tanda Kehormatan Lencana Melati dan Dharma Bakti kepada para penerima. Mereka yang menerima Lencana Melati merupakan tokoh-tokoh pandu Asia Pasifik. Mereka adalah Jenderal TNI Djoko Santoso, Fasli Jalal, Hon Jejomar C. binay, Pehin Dato Seri Paduka Awang Mohd Ali Daud, Abdullah Rasheed, Yaacob Bin Haji A. Karim, Abdul Kader Bin Haji Mhd Nor, dan Wahidin Halim. Kemudian Abdul Hafiz Hasibuan, L. Rumadas, Amirul Tamim, Stefanus Vreeke Runtu, Ridwan Effendi, Mahrus Amin, Wan Abubakar, Hanny Sondakh, Tamotsu Inoue serta Idris Rahim.

Sementara itu, enam orang yang menerima Lencana Dhara Bakti adalah Ridwan Suwidi, M. R. Kambu, Satono S. P., Imdaad Hamid dan Marwan Hasmen. Selain itu, Pungkas Tri Baruno, salah seorang Tim Ekspedisi Tunas Indonesia yang wafat setelah berhasil menancapkan bendera Merah Putih dan bendera Gerakan Pramuka di Gunung McKinley, Alaska, Amerika Serikat, juga dianugerahi Lencana Darma Bakti.

Presiden SBY bertekad untuk mensukseskan revitalisasi gerakan Pramuka. "Karena saya tidak ingin gerakan Pramuka tidak penting lagi di Indonesia. Saya juga tidak ingin Pramuka jadi melempem, kurang semangat dan apa adanya," kata Presiden.

Presiden SBY mengungkapkan bahwa Pramuka sangat penting serta tetap relevan dengan perkembangan jaman. "Walaupun globalisasi penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi manusia adalah faktor penentu utama. Oleh karena itu, kita ingin membangun manusia yang memiliki karakter, bukam hanya pemuda yang cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan, tapi juga yang tangguh kepribadiannya, baik budi pekertinya," jelas SBY.

Presiden berharap Pramuka dapat maju dan berkembang. "Melahirkan tunas-tunas bangsa yang akan membangun bangsa kita, menuju masa depan yang lebih baik," ujar SBY.

Selain itu, agar revitalisasi Gerakan Pramuka sukses, Presiden SBY meresmikan Pendidikan Bela Negara untuk 146 orang dari seluruh Indonesia. "Untuk menanamkan jiwa bela negara sebagai generasi bangsa," ujar Presiden.

Kepada seluruh anggota Pramuka, Presiden SBY berpesan agar mereka selalu memperkuat organisasi serta manajemen kepramukaan, selalu memantapkan gugus depan berbasis sekolah serta wilayah. Lalu memantapkan prinsip dasar serta metode kepramukaan dan memantapkan tekad dan semangat anggota Pramuka sebagai satu bangsa.

Kepada para menteri, Presiden SBY juga menginstruksikan untuk terus memberikan dukungan dan fasilitas nyata kepada Gerakan Pramuka, termasuk pendanaan.

Akhirnya, kepada orang tua almarhum Pungkas, Presiden SBY mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam serta memberikan pernghargaan yang tinggi atas perjuangan almarhum. "Kita semua bangga atas patriotisme Pungkas Tri Baruna dan namanya akan terukir abadi dalam kisah perjuangan bangsa," kata SBY.

Layaknya upacara Pramuka, upacara tersebut diakhiri dengan menyanyikan Hymne Satya Dharma Pramuka, pembacaan doa serta ditutup dengan penghormatan pasukan kepada pembina upacara. (mit)

Add comments:



pramukanet.org




Tags: berita pramuka
5 comments share

Blog Entry 47 tahun PRAMUKA INDONESIA Aug 13, '08 8:11 PM
for everyone
Wahai shbat,
Praja Muda Karana
Engkau ìnsan muda hrapan
Bagaikn bunga2 yg tmbuh & brsemi dbumi indonesia
Jgn goyah pndirimu olh trpaan gl0mbg
Jgn mdah pts asa dlm mrengkuh 7an
Krn, kaulh yg tntukn, kearah mn lgkh ngri ni akn kau bwa
Dsna... Tlah mnanti kryamu & ksnggupnmu, brbuat sgl yg trbaik bgi bngsa & ngramu..
Inilah saat¥ kmbl ucpkn jnji
Janji s0rg Pandu Sejati
Satukn hti,bulatkn tekad, ulurkn dlm2 djiwamu
Akn snantiasa
-mnjlnkn kwajibnq thd Tuhan & NKRI & mngmalkn Pancasila
-mn0long sesama hdup & ikt srta mbngun msyarakt
-mnepati Dasa Dharma

SELAMAT ULANG TAHUN ke-47 PRAMUKA IND0NESIA
JAYALAH SELALU...
SALAM PRAMUKA!!
1 comment share

Blog Entry The Scout Oath and Law oleh Baden Powell Aug 8, '08 11:43 PM
for everyone

ImageBerikut ini adalah Janji/ Kode Kehormatan ( The Scout Oath and Law), yang ditulis oleh Baden Powell dalam buku beliau :





THE SCOUT’S OATH IN BADEN-POWELL’S SCOUTING FOR BOYS, 1908

“On my honour I promise that—

1. I will do my duty to God and the King.

2.. I will do my best to help others, whatever it costs me.

3.. I know the Scout Law, and will obey it.”


THE SCOUT LAW IN BADEN-POWELL’S SCOUTING FOR BOYS, 1908

1. A Scout’s honour is to be trusted.

2. A Scout is loyal to the King, and to his officers, and to his country, and to his employers.

3. A Scout’s duty is to be useful and to help others.

4. A Scout is a friend to all, and a brother to every other Scout, no matter to what social class the other belongs.

5. A Scout is courteous.

6. A Scout is a friend to animals.

7. A Scout obeys orders of his patrol leader or Scoutmaster without question.

8. A Scout smiles and whistles under all circumstances.

9. A Scout is thrifty.


In describing the process of formulating these guidelines, Baden-Powell explained:

“Now I know that a real red-blooded boy is all for action, ready for adventure. He just hates to be nagged and told ‘You must not do this—you must not do that.’ He wants to know what he can do. So I thought why should we not have our own Law for Scouts, and I jotted down ten things that a fellows needs to do as his regular habit if he is going to be a real man.”



http://www.pramukanet.org/
Tags: pramuka tahu
1 comment share

Blog Entry USAI MENANCAPKAN BENDERA MERAH PUTIH DI MOUNT Mc KYNLEY, PUNGKAS TRI BARUNO WAFAT Jul 16, '08 2:55 AM
for everyone


Pungkas Tri Baruno (20 Tahun), salah seorang anggota Tim Ekspedisi Tunas Indonesia 2008, diinformasikan telah meninggal Dunia usai bersama Tim Ekspedisi Tunas Indonesia, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, berhasil mengibarkan bendera Merah Putih dan Bendera Pramuka (Tunas Kelapa) di Puncak Gunung Mc. Kynley. Pungkas meninggal dunia pada hari Senin (7/8) jam 09.40 waktu setempat atau selasa pukul 20.00 WIB, seusai bersama Tim berhasil mendaki puncak gunung bersalju setinggi 20.320 kaki, dan berhasil mengibarkan Bendera Merah putih dan Bendera Pramuka (Tunas Kelapa).
Demikian informasi yang di sampaikan oleh Kak Bayu, Kak Hartman, dan Kak Zulva, serta dikuatkan oleh Konjen RI di San Fransisco, AS.


Pada saat perjalanan turun ke Camp di ketinggian 17.400 kakai atau sepuluh menit mencapai Camp, Pungkas terduduk dan jatuh, kemudian bangkit kembali untuk mencapai Camp, namun terduduk kembali dan pingsan. Pendamping segera menjemput dan melakukan CPR (Cardiac Pulmonery Respiratory) serta memberikan suntikan 2 dosis ephinephrin untuk mencegah cardiac arrest namun tidak berhasil. Menurut Konjen RI di San Fransisco, almarhum dilarikan ke tempat yang lebih hangat, namun dijumpai jantung Pungkas sudah tidak berdetak lagi. Jenazah baru dapat di evakuasi dari lokasi high camp (ketinggian 17.400 kaki) pada Rabu (9/7) dengan Helikopter menuju Talkeetna. setibanya di lokasi itu, jenazah akan diambil alih Park Ranger dan Tim Dokter yang akan melakukan examination untuk menentukan perlu tidaknya otopsi. Tim Ekspedisi Tunas INdonesia 2008 dan Konjen RI San Fransisco, masih mengurus pemulangan jenazah ke Tanah Air.

"Adik Pungkas Tri Baruno merupakan pahlawan bagi anggota Pramuka," kata Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH, selasa malam pimpinan Kwarnas telah mengunjungi orang tua Pungkas di Kawasan Cileduk untuk menyampaikan kabar duka tersebut. Pungkas saat ini masih menjadi mahasiswa Universitas Mercu Buana, Jurusan Desain Interior, dan anggota Gugus Depan Pramuka 08-077, Kwartir Cabang Jakarta Barat. Gudep ini berpangkalan di SMP 219, Jakarta Barat.

Untuk mengatur ekspedisi dan pemakaman almarhum, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka telah membentuk Posko di Gedung Kwarnas Pramuka Ruang Data Lt. 1, Jl. Medan Merdeka Timur No. 6 Jakarta Pusat. Telp.021-3507645(hunting).

TIM EKSPEDISI

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengikutsertakan 4 orang Pramuka dalam
kegiatan pendakian Gunung Mount Mc. Kinley yang merupakan puncak tertinggi di Alaska, yaitu: kak I Gusti Kurnia Bayu Tresna (ANdalan Nasional/ Mantan Tim Indonesia MT. Everest 1997), Kak Hartman Nugraha (Pembina Pramuka/ Mantan Tim Indonesia Mt. Everest 97), Kak Zulva Ahyar (Pramuka Pandega), dan Pungkas Tri Baruno (Pramuka Penegak Laksana), sedang yang batal berangkat adalah Kak Muhammad Gunawan (Pembina Pramuka/ mantan Tim Indonesia Mt. Everest 97, karena Visa), Kak Ni"matur Rohmah (Pramuka Pandega, karena Visa) , dan Kak Rudi Harsono (Pramuka Pandega, karena sakit sebelum keberangkatan).
Pendakian ini merupakan bagian dari Peringatan 100 tahun Kebagkitan Nasional, dan 100 tahun Kepanduan Sedunia.

"Tujuan khusus dari kegiatan ini untuk menunjukkan kepeloporan dan prestasi pemuda Indonesia dengan menancapkan dan mengibarkan bendera Merah Putih dan Bendera Organisasi Gerakan Pramuka serta menjalin semangat persaudaraan dengan organisasi kepanduan negara-negara lain,"

TENTANG MT. Mc KINLEY

Dijelaskan pula data mengenai Mc Kinley (Kutub Utara), Alaska, Amerika Serikat.

Rute : West Buttress

Elevasi : 20.320 kaki / 6.194 m

Kesulitan : Moderate to severe 2C

Musim pendakian : Mei - Juli.

Selain itu terdapat pula catatan lengkap mengenai kilas Gunung Mc Kinley. Denali adalah nama asli Gunung Mc Kinley yang menurut bahasa Indian artinya "Yang tertinggi". Terletak pada 63 derajat lintang Utara, 390 kilometer dari lingkaran Arktik (Kutub Utara). Pada 1980, daerah pegunungan sekitar Mc Kinley dijadikan Taman Nasional Denali yang menyediakan berbagai fasilitas akomodasi, komunikasi, transportasi dan juga tim SAR untuk keadaan darurat.

Selain itu suhu rata-rata di Mc Kinley berada pada ketinggian lebih dari 5.000 meter adalah -28 derajat Celcius dengan cuaca terang mencapai 21 jam setiap hari dari bulan Mei sampai Agustus. Saat ini di kawasan tersebut ada lebih dari 10 rute pendakian dengan rute terpanjang West Buttress. Cuaca disini cepat berubah dan dapat diantisipasi dengan membaca tanda Lenticular Caps pada puncak gunung.
jadwal kegiatan tim menuju Mc Kinley:

Persiapan:
7 Januari 2007- Program Pendidikan dan Latihan Ekspedisi. (Strength Training / Weight
15 Mei 2008 Training, Assasment Skill, Rock Climbing and Ice /Snow Clinbing
Skill, Self Rescue, Self Arrest, Mountain Hazzard, Glacier Explore and Rexcue)
16 Mei 2008 General Check Up
17 Mei 2008 General Equipment Checking
18-19 Mei 2008 Latihan menjaga kebugaran fisik
20 Mei 2008 Upacara Pelepasan Tim Ekspedisi.
21 Mei 2008 Penebangan Jakarta-Anchorage, AS
22 Mei 2008 Tiba di Anchorage, AS
23-25 Mei 2008 Pengurusan administrasi diAnchorage dan persiapan pendakian
1-26 Juni 2008 Menuju pendakian puncak Mc Kinley

Pendakian:
Hari 1 General checking menuju Talkeetna
Hari 2 Penerbangan Anchorage - Talkeetna dan menginap di basecamp
Hari 3 Briefing dan Packing peralatan dan menginap di camp 1
Hari 4 Mengirim kelebihan makanan ke Ski Hill (9700ft), kembali ke camp 1
Hari 5 Menuju Ski Hill (9700ft) dan bermalam
Hari 6 Membawa perlengkapan ke ketinggian 10.000ft-11.000ft camp
Hari 7 Hari istirahat dan menikmati pemandangan
Hari 8 Membawa perlengkapan ke ketinggian 13.500ft camp, kembali ke 11.000ft camp
Hari 9 Menuju 14.200ft (Medical camp)
Hari 10 Hari istirahat / hari cadangan di 13.500ft camp
Hari 11 Hari istirahat / mungkin menuju ke �The Edge of the World�
Hari 12 Hari istirahat, aklimatisasi dan persiapan peralatan pendakian
Hari 13 Menuju �Headwall, 40-50O� dan menyimpan persediaan
Hari 14 Hari istirahat, aklimatisasi dan persiapan peralatan pendakian
Hari 15 Menuju 17.00ft High camp, kesempatan pemandangan terbaik
Hari 16 Hari istirahat, aklimatisasi dan persiapan pendakian puncak
Hari 17 Hari pendakian ke puncak, melintasi Denali pass(18.200ft) mendaki ke Archdeacons Tower(19,650ft) dan tiba di puncak.
Hari 18-21 Hari cadangan, bergantung pada cuaca
Hari 22 Turun menuju Basin camp(14,200 ft) /11.000ft camp, tergantung keadaan
Hari 23 Turun ke 7,200ft Basecamp dan persiapan ke Talkeetna

Hari ke 24 sampai Hari ke 26 cadangan penerbangan Talkeetna -Anchorage.

Hari berikutnya rencana mengunjungi Pusat Kebudayaan AS, Gerakan Kepanduan AS, dan persiapan pulang ke Jakarta.

.....

(ALL/01/***)
Tanggal 10-07-2008 || Rahmat Taufiq Sigit


sumber: Kwarnas
Tags: berita pramuka
2 comments share

Blog Entry Pendaki Pramuka meninggal di Gunung McKinley Jul 16, '08 2:42 AM
for everyone

ImageSEORANG warga negara Indonesia (WNI) tewas dalam misi pendakian Gunung McKinley di Alaska, Amerika Serikat. Korban diketahui bernama Pungkas Tribaruna, mahasiswa Universitas Mercu Buana jurusan Desain Interior.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun Media Indonesia dari Kedutaan Besar RI di Washington dan Konsulat Jenderal di San Francisco tadi malam, Pungkas menghembuskan napas terakhir pada pukul 02.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB kemarin.
"Kepada teman-temannya, dia mengaku pusing. Lalu tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri. Ketika mereka mencoba membangunkan, dia sudah tiada," tutur Konsul Jenderal RI San Francisco Yudhistiranto Sungadi yang ditugasi Duta Besar (Dubes) RI Sudjadnan Parnohadiningrat untuk menangani kepulangan jenazah.
Menurut Yudhistiranto, Pungkas merupakan anggota rombongan Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka yang mencoba menaklukkan Gunung McKinley.
Keberangkatan mereka ke Alaska pada 13 Juni 2008 lalu merupakan bagian dari ekspedisi pramuka Indonesia.
Ekspedisi itu dilakukan untuk menyambut 100 tahun kepanduan dunia dan 100 tahun kebangkitan nasional. Pemberangkatan tim didukung oleh Kantor Menko Kesra, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Departemen Pendidikan Nasional, dan Kwarnas Pramuka.
Tim tersebut terdiri dari sembilan orang. Dalam tim, Pungkas termasuk tiga orang yang mendaki. Sedangkan sisanya menunggu di basecamp Gunung Denali.
Adapun kabar mengenai tewasnya Pungkas, menurut Konjen Yudhistiranto, diperoleh dari warga Indonesia di Alaska yang turut memberi bantuan. Sekadar catatan, ada sekitar 35 hingga 40 orang WNI di Alaska.
Guna mengurus jenazah, Yudhistiranto mengaku telah menugaskan tim yang terdiri dari dua orang ke Anchorage, Alaska. Untuk mencapai lokasi, mereka akan menggunakan pesawat kecil ke Talkeetna, kota berjarak tiga jam penerbangan.
Mereka kemudian akan meneruskan perjalanan menggunakan mobil ke basecamp Gunung Denali yang merupakan kaki Gunung McKinley.
Lantaran jarak antara San Francisco dan tempat kejadian cukup jauh, Yudhistiranto memohon agar keluarga di Jakarta bersabar. Apalagi, prosedur pengurusan jenazah di AS makan waktu beberapa hari.
Namun, jika semua berjalan lancar, jasad pemuda 20 tahun itu akan dikirim langsung ke Taipei untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta.

Sumber : Media Indonesia
Tags: berita pramuka
0 comments share

Blog Entry Raimuna Nasional IX Tahun 2008 Dibuka
for everyone

Raimuna Nasional IX Tahun 2008 Dibuka
Presiden: Raimuna Contoh Kebersamaan



Presiden SBY memberi sambutan pada Pembukaan Raimuna Nasional IX Tahun 2008, di Bumi Perkemahan Cibubur, hari Jumat (27/6) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY memberi sambutan pada Pembukaan Raimuna Nasional IX Tahun 2008, di Bumi Perkemahan Cibubur, hari Jumat (27/6) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Cibubur: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, hari Jumat (27/6) sore meresmikan Pembukaan Raimuna Nasional IX Tahun 2008, di Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur.

Raimuna Nasional yang diselenggarakan rutin lima tahun sekali ini, merupakan kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pandega yang terdiri dari kegiatan pertemuan besar dengan berbagai aktivitas bersifat kreatif, produktif,edukatif, inovatif, tapi juga rekreatif dalam bentuk perkemahan. Raimuna Tahun 2008 ini berlangsung pada tanggal 27 Juni hingga 7 Juli 2008, diikuti oleh kurang lebih 10.100 peserta dari 451 kwartir cabang seluruh Indonesia. Tema yang diangkat adalah membangun kebersamaan dan semangat kebangsaan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Presiden SBY dengan didampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono tiba pukul 15.00 WIB, disambut Menkokesra Aburizal Bakrie dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijono, serta Ketua Kwartir Nasional Prof.Dr. H.Azrul Azwar, MPH. Kemudian Presiden sebagai Pembina, memimpin upacara dari mimbar kehormatan, dilanjutkan dengan sambutan.

Dalam amanatnya, Presiden SBY menilai bahwa mereka yang hadir di Raimuna Nasional IX 2008 ini sebagai contoh konkrit kebersamaan. "Pramuka Penegak dan Pandega yang datang dari seluruh tanah air yang berdiri tegak di lapangan ini adalah contoh bahwa mereka datang untuk bersatu dalam tekad dan cita-cita membangun bangsa. Ini adalah konkrit dari semangat kita untuk membangun kebersamaan dan meningkatkan semangat dan rasa kebangsaan kita," kata Presiden.

"Raimuna Nasiona IX bisa mendorong kreativitas dan inovasi Pramuka Penegak dan Pandega. Kegiatan yang dapat membentuk semangat, tanggung jawab dan kepemimpinan para anggota Pramuka, generasi muda yang sama-sama kita cintai. Semua ini sesuai dengan tujuan pembangunan manusia Indonesia, yaitu sosok dan karakter manusia Indonesia abad 21 yang unggul," kata Presiden.

Presiden berpesan kepada Pramuka sebagai generasi muda untuk terus berkarya,berkreasi dan berprestasi. "Saya yakin kalian mampu untuk berkarya, berkreasi dan berprestasi. Kedua, jauhi dan lawan godaan-godaan yang merusak, narkoba pergaulan bebas, kekerasan, perilaku merusak dan anarkis. Ketiga, terus mencintai dan menyelamatkan lingkungan, bumi dan tanah air kita. Aktiflah Gerakan Pramuka dalam menanam dan merawat pohon, dalam menyelamatkan lingkungan kita, dalam penghijauan. Khusus untuk Raimuna IX 2008 ini, saya minta semua menjaga kebersihan dan memelihara sanitasi agar semua kegiatan bisa dilaksanakan dengan baik dengan kesehatan yang prima. Marilah kita jaga kehormatan dan nama baik Pramuka bersama-sama," kata Presiden lagi.

Usai memberikan amanat dan peresmian Raimuna dengan penancapan kapak, Presiden menyematkan tanda peserta Raimuna Nasional IX Tahun 2008 secara simbolis kepada 2 orang perwakilan Pramuka Penegak dan Pandega putra putri. Acara ditutup dengan pengibaran bendera kegiatan Raimuna Nasional IX Tahun 2008 diiringi Hymne Raimuna, Hymne Satya Dharma Pramuka, dan doa bersama. Presiden pun meninggalkan mimbar kehormatan dan tempat acara pukul 16.00 WIB.(nnf)

sumber:presidensby.info
Tags: berita pramuka
0 comments share

Blog Entry Saka Wira Kartika May 8, '08 1:32 AM
for everyone

Satuan Karya Wira Kartika ( Rintisan )

ImageKodam IV/ Diponegoro dan Kwartir Daerah Jawa Tengah telah melakukan langkah cepat dalam upaya mewujudkan Saka Wira Kartika di Jawa Tengah. Berdasarkan Peraturan bersama Kasad dengan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 182/X/2007 dan 199 tahun 2007 tanggal 28 Oktober 2007 tentang kerjasama dalam usaha pembina dan pengembangan pendidikan bela negara dan kepramukaan serta Sprint Kasad dan SK Kwarda Jateng, maka secara resmi Pimpinan Satuan Karya Pramuka Wira Kartika Jawa Tengah dikukuhkan.

ImagePara Pimpinan Saka yang berupaya dan kerkewajiban merintis berdirinya Saka di Jawa Tengah itu, telah memperkenalkan bendera Satuan Karya Wira Kartika dengan warna dasar hijau tua, seperti tampak pada gambar, juga badge Saka maupun Tanda Jabatan.

Pengorganisasian Saka binaan TNI-AD ini, tidaklah jauh berbeda dengan Satuan Karya pada umumnya. Namun Demikian Saka Wira Kartika ini memiliki Program Pendidikan yang dibentuk dalam Satuan Krida antara Lain :

1. Krida Survival

2. Krida Pioneer

3. Krida Mountainering

4. Krida Navigasi Darat

5. Krida Bintal Juang

ImageTiap Krida memiliki Spesifikasi materi pendidikan yang berbeda dengan krida lainnya.

Sudah barang tentu, di wilayah lainnya akan segera menyusul pembentukan Saka Wira Kartika. Generasi ini membutuhkan pendidikan dan latihan dalam upaya menghadapi tantangan ke depan, berpacu dengan kemajuan jaman dan tehnologi yang ternyata juga memiliki dampak dan pengaruh negatif yang sama cepatnya. Wassalam.


By : Wan_pramukanet.


wah selamat atas terbentuknya Saka Wira kartika, Semoga apat bermanfaat demi kemajuan Pramuka......
Tags: saka
0 comments share

Blog Entry Bintang Panca Warsa dan Bintang Tahunan Apr 15, '08 2:31 AM
for everyone
Dari Kawrda Jawa Timur

Bintang Panca Warsa dan Bintang Tahunan

Di tahun 2008 ini dalam rangka hari Pramuka ke-47 Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Timur melalui Kwartir Cabang diseluruh Jawa Timur akan menganugerahkan Bintang Panca Warsa dan Bintang Tahunan kepada anggota Dewasa dan Anggota Muda yang telah berdedikasi kepada Gerakan Pramuka.

Penganugerahan Bintang Tahunan adalah untuk peserta didik yaitu Siaga, Penggalang, Penegak
Persyaratan untuk Bintang tahunan adalah :
1. Telah dilantik menjadi Siaa Mula, Penggalang Ramu, dan Penegak Bantara
2. Selama 1 tahun atau kelipatannya
- Telah setia berlatih dan berkegiatan Kepramukaan
- Patuh mejalankan tugas dan tanggung jawabnya
- Giat berlatih meningkatkan kesehatan, kekuatan jasmani dan rohani
- Menepati dan Megamalkan Dwi Satya dan Dwi Dharma (Siaga), Tri Satya dan Dasa Dharma (Pengalang, Penegak)
Cara untuk bisa mendapatkannya adalah:
- Mengisi formulir yang bisa di dapatkan di Kwarcab Kab/Kota nya masing masing atau bisa download di bawah
- Lampirkan Foto Copy bukti persyaratan
- Foto 3x4 sebanyak 3 lembar
Serta Ajukan ke Kwarcab sebelum 1 Juni 2008


http://www.pramukarek.or.id/berita/brt_001_pancawarsa_tahunan_2008.htm
Tags: berita pramuka
0 comments share

Blog Entry Pramuka Mencegah Perilaku Mesum Kalangan Pelajar Mar 15, '08 12:31 AM
for everyone

KUPANG, JUMAT -Revitalisasi gerakan Pramuka di kalangan pelajar dan generasi muda diharapkan bisa menekan perilaku asusila dan amoral di tengah arus informasi dan globalisasi saat ini. Alasannya, Pramuka membentuk watak dan perilaku yang jujur, sopan, berTuhan, dan bertanggungjawab.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Prof Dr Azrul Azwar ketika melakukan sosialisasi revitalisasi gerakan pramuka di Kupang, Jumat (14/3) mengatakan, di tengah merebaknya teknologi dan informasi seperti komputer, internet, dan handphone seluler di kalangan pelajar, berkembang pula sejumlah adegan mesum yang diedarkan melalui ponsel atau internet.

"Kasus video mesum di kalangan pelajar tidak hanya terjadi di kota besar tetapi sudah menyebar luas sampai ke daerah bahkan sampai ke desa terpencil, berbarengan dengan masuknya jaringan ponsel. Orangtua dan para guru di sekolah pun resah tetapi mereka tidak dapat mengatasi masalah ini," kata Azwar. Menurut dia, Pramuka-lah jawabannya.

Di hadapan ribuan anggota pramuka dari berbagai sekolah menengah di Kota Kupang, pembina dan pelatih pramuka se-Nusa Tenggara Timur Azwar mengatakan, akhir-akhir ini orang menyamakan pramuka dengan out bond. Pandangan itu sangat keliru karena out bond hanya salah satu bagian kecil dari seluruh program kegiatan Pramuka.

Pramuka tidak hanya sekedar mmenyanyi, berbaris, berkemah dan gagah-gagahan dengan atribut pakaian yang ada. "Pramuka dapat menciptakan kemandirian generasi muda di bidang wirausaha, membentuk karakter yang ulet dan tahan terhadap tantangan, dan menciptakan rasa persatuan dan kesatuan diantara generasi muda," kata Azwar.

(Kompas)



Tidak ada suatu bangsa yang menjadi bangsa yang jaya, tanpa cobaan maupun ujian terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. Upaya memecah-belah persatuan bangsa Indonesia telah beberapa kali terjadi, namun semua kita berhasil mengatasi. Krisis demi krisis telah datang silih berganti dalam perjalanan sejarah kita, namun semua itu dapat kita selesaikan.



Kita meyakini, bahwa susunan dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila adalah pilihan tepat dan final. Atas ketetapan dan pilihan kita itu, kita harus terus membangun negara, menuju keadaan yang aman dan damai, adil dan demokratis, serta sejahtera, yang menjadi cita-cita dan tujuan kemerdekaan bangsa kita. Kemiskinan dan keterbelakangan harus kita perangi, tidak cukup hanya bergantung pada Pemerintah saja, melainkan semua elemen bangsa secara bersama mestinya memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara kita.



Sebagai refleksi kesejarahan di hari peringatan kemerdekaan ke 63 tahun ini, kita semua patut menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya, kepada semua pejuang dan pahlawan bangsa, yang telah mendharmabaktikan hidupnya, bahkan jiwa dan raganya, untuk mencapai, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.



Erat kaitannya dengan upaya untuk mempertahankan kedaulatan negara dari setiap gangguan dan ancaman, dan tidak punya pilihan lain, kecuali membangun pertahanan negara kita. Bersyukurlah bahwa sepanjang sejarah berdirinya negara kita, TNI yang selalu siap sedia dan berada di barisan terdepan dalam mempertahankan kedaulatan negara sebagai NKRI. TNI tengah melakukan upaya untuk memperkuat dan sekaligus meningkatkan kemampuannya, baik organisasi, profesionalitas personil maupun persenjataannya. Fokus perhatian pertahanan negara yakni diarahkan untuk menjaga kawasan perbatasan laut dan darat, terutama pulau-pulau terluar dan terdepan, termasuk membangun pos-pos pengamanan.



Demikian pula, POLRI sebagai penjaga keamanaan akan terus menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam menanggulangi berbagai bentuk dan jenis kejahatan. Kejahatan yang harus diberantas, bukan saja yang bersifat trans-nasional seperti kejahatan narkotika, terorisme, pencucian uang dan perdagangan manusia, tetapi juga berbagai kejahatan konvensional yang mengganggu ketenteraman masyarakat, seperti pembuhunan, perjudian, penodongan, pencurian dan perampokan. Persoalan lain dalam penegakan hukum yang terus menjadi perhatian Pemerintah, adalah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika serta obat-obat berbahaya, atau kejahatan narkoba.



Kejahatan narkoba tetap menjadi ancaman, bagi kelangsungan hidup generasi bangsa di masa depan. Meskipun perang terhadap kejahatan narkoba telah dilakukan tanpa henti, tetapi aksi-aksi kejahatan tersebut masih terus berkembang. Beberapa kali POLRI telah berhasil membongkar sejumlah pabrik yang memproduksi narkotika dan obat-obat berbahaya lainnya dalam jumlah yang sangat besar. Kita patut bersyukur, bahwa kemampuan POLRI dalam menangkal dan menanggulangi ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat, telah jauh meningkat. Setahap demi setahap, citra POLRI sebagai aparatur penegak hukum dan pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, semakin membaik.



Dalam era demokratisasi dewasa ini, kita sering dihadapkan dalam persoalan kemasyarakatan yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan cara mudah, tetapi sebaliknya justru yang timbul akan memicu persoalan yang lebih meluas. Ambil saja contoh peristiwa pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Bupati/Walikota. Seringkali terjadi pendukung calon yang kalah tidak menerima kekalahan calon yang dijagokan, kemudian melakukan protes ketidak-puasan yang berlanjut dengan tindakan anarkis.



Dengan anarkis, banyak timbul kerugian baik bagi masyarakat maupun pemerintah daerahnya. Penulis berfikir apakah karena faktor sejarah yang menjadikan masyarakat kita menjadi anarkis. Tengok saja sejak zaman Ken Arok dan Ken Dedes, pergantian kepemimpinan pada era Orde Baru ke Orde Lama, dan begitupula saat kita memasuki Orde Reformasi satu dasawarsa yang lalu hingga sekarang banyak persoalan yang diselesaikan dengan cara kekerasan. Barangkali lirik lagu kebangsaan kita yang tertulis tanah tumpah darahku perlu kita revisi menjadi tanah damai makmurku? Sehingga masyarakat kita akan terbiasa dalam menyelesaikan masalah dengan cara-cara damai.



Tumbuh kembang partai politik (parpol) di negeri kita sangat menggembirakan karena aspirasi masyarakat terwadahi, dan yang tercatat mengikuti Pemilu 2009 yang akan datang sebanyak 34 parpol. Tetapi ancaman terjadinya gesekan antar anggota dan pendukung parpol pada saat kampanye pemilu mendatang perlu diantisipasi oleh kita semua. Diyakini setiap parpol berazaskan Pancasila dan memiliki komitmen dalam mensejahterakan rakyat dalam bingkai NKRI, tetapi tidak jarang terjadinya gesekan antar pendukung karena mengedepankan 'perbedaan' parpol masing-masing. Dengan demikian, disinilah Gerakan Pramuka untuk tetap netral dan dapat sebagai benteng untuk tetap mempertahankan NKRI.



Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai etnik budaya dan memiliki pulau terbanyak di dunia yang terbungkus dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dipertahankan terus oleh setiap warga negara Indonesia dan sampai kapanpun. Untuk itulah, Gerakan Pramuka sebagai salah satu elemen bangsa harus ikut mewujudkan anggotanya yang berkepribadian, berwatak dan memiliki jiwa bela negara. Dengan situasi dunia yang semakin menglobal, maka menjadi penting pendidikan jiwa bela negara dalam pendidikan kepramukaan, bahkan bagi semua anggota organisasi kepemudaan lainnya.



Ketika Jambore Nasional tahun 2006 mengangkat tema ”Satu Hati, Satu Janji, Satu Bumi Pertiwi”, maknanya sangat dalam ungkap Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Bahkan ketika melepas kontingen Gerakan Pramuka ke Jambore Dunia di Inggris tahun 2007 yang lalu dengan tema “Satu Dunia, Satu Janji” beliau menambahkan tema menjadi ”Satu Dunia, Satu Janji, Satu Komitmen dan Satu Aksi”. Begitulah betapa pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa-bangsa di dunia, apalagi kita sebagai bangsa Indonesia harus tetap dan terus mempertahankan NKRI.



Olimpiade yang kini sedang digelar di Beijing China juga mengusung tema ”One World, One Dream”, menandakan bahwa kita semua merindukan menjadi satu kesatuan. Untuk itulah, banggalah menjadi bangsa Indonesia dan sekaligus menjadi tantangan Gerakan Pramuka dalam mewujudkan cita-citanya menjadi pilihan utama dan solusi handall masalah-masalah kaum muda.



Gerakan Pramuka dengan Trisatya dan Dasa Darma-nya, dipastikan setiap anggotanya berkomitmen terhadap ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan siap mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia, serta ikut serta dalam pembangunan dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera. Dengan demikian, setiap anggota Gerakan Pramuka tidak diragukan lagi komitmennya terhadap NKRI.



Kader-kader bangsa yang berasal dari Pramuka, insya Allah bangsa ini akan memiliki pemimpin masa depan yang tidak diragukan lagi komitmennya tehadap bangsa dan negara. Bahkan penulis berwacana apa perlu kader-kader partai politik dikenalkan dengan nilai-nilai Satya dan Dasa Darma Pramuka agar supaya tetap berkomitmen dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara? Pendidikan kepramukaan diperlukan dewasa ini ketika banyak kaum muda yang terjerumus dalam kesesatan.



Pendidikan bela negara, patriotisme pembangunan dan perekat bangsa menjadi harapan masyarakat terhadap Gerakan Pramuka dewasa ini. Disinilah makna Revitalisasi Gerakan Pramuka bagi bangsa Indonesia. Penulis meyakini semua elemen bangsa pasti memilih untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Insya Allah, dalam era kebangkitan Gerakan Pramuka dewasa ini akan dapat memberikan kontribusi yang bermakna untuk Indonesia yang lebih baik di masa depan.



Selamat Hari jadi Gerakan Pramuka ke 47 dan Jayalah Pramuka.



*Kodrat Pramudho, Wakil Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional

Related Posts by Categories



0 komentar:

Posting Komentar

Comment