ukhuwah itu lebih dari sekedar persahabatan



Bismillahirrohmanirrohim,,
Semoga Bermanfaat,,^^

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara (BERUKHUWAH) (QS. Al-Hujurat : 10)”
Kata kunci nya dari ayat ini adalah “jika imannya benar, maka benar pula ukhuwahnya.” Ukhuwah itu bukan hanya sekedar persaudaraan formalitas, kepentingan sesaat, apalagi basa-basi dalam interaksi. Ukhuwah itu lebih dalam daripa itu semua. Dalam ukhuwah itu menuntut interaksi seluruh unsur kemanusiaan : Hati, akal dan jasad yang dituntut untuk terlibat membersamai ke dalam bentuk-bentuk ukhwah. Dan tak dikatakan beriman (tak sempurna imannya) orang yang tak berukhuwah atau enggan ukhuwah.
Ukhuwah itu adalah cinta karena Alloh dan ketulusan hati seorang mukmin terhadap saudaranya sesama mukmin. Cinta ini adalah cinta yang hakiki dan suci, maka tak ada di dalamnya peran hawa nafsu setan. Semua dilakukan karena Alloh semata, karena hatinya selalu bertautan dengan hati saudaranya. Dan mewujudkan ukhuwah itu berarti pantang memandang saudaranya dengan pandangan “merendahkan”. Dalam ukhuwah ini yang ada itu hanyalah tolong menolong dalam kebaikan dan takwa serta berdakwah menuju kebaikan, saling nasihat menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
“..... barang siapa menghilangkan satu kesusahan darinya, niscaya Alloh akan menghilangkan darinya satu kesusahan diantara kesusahan-kesusahan di hari kiamat. Dan barangsiapa menutup aib seorang muslim niscaya Alloh akan menutup aibnya pda hari kiamat. (HR. Bukhari)
Hati-hati dengan tanda lenyapnya ukhuwah!! Yaitu: permusuhan, merajalela iri dan dengki, menyebarnya fitnah dan teror, suasana saling menghasut, seolah musuh mengintari kita. Ukhuwah itu, menyatukan dan mempersaudarakan, bertemu dalam komunitas ketakwaan, berpisah meninggalkan tali pengikat hati, bekerja sama saling mendampingi untuk meraih solusi dan ketenanagn hati.
“Ukhuwah adalah terikatnya hati dan ruhani dengan ikatan aqidah. Aqidah ialah sekuat-kuat dan semulia-mulianya ikatan. Ukhuwah adalah saudaranya keimanan, sedangkan perpecahan adalah saudaranya kekufuran. Kekuatan pertama adalah kekuatan persatuan. Tidak ada persatuan tanpa CINTA KASIH..

Ingat !!!
Dalam diri kita terdapat hak yang harus didapatkan oleh dan untuk saudara kita. Salah satunya ialah hak atas harta. Tapi, tidak semua dari kita memeiliki harta berlebih. Maka karena kita berjama’ah berarti terwujudnya keterpaduan fikrah, aqidah, manhaj, suluk dan syu’ur (perasaan). Dan walhasil semuanya saling bahu membahu untuk menanggung beban.
“Orang Mukmin yang saling mencintai dan saling menyayangi serta saling mengasihi akan terlihat bagaikan satu tubuh, apabila salah satu anggota tubuh menderita sakit, maka yang lain akan ikut merasakan hingga tidak bisa tidur dan merasa demam. (HR. Bukhari)”
Tingakatan ukhuwah yang paling minimal adalah berlapang dada terhadap saudaranya. Tak mungkin ukhuwah dibangun selama dada ini masih menyimpan dendam. Ukhuwah tak terlepas dari peran hati. Jika hati sakit, maka akan menjangkiti akal hingga tak lagi mampu berfikir sehat dan lahirlah ucapan-ucapan dan tindakan-tindakan yang kurang sehat.
Naah,,, jika kita mampu mengobati hati sehingga sehat dan berlapang dada, itulah ukhuwah, yaitu menerima kehadiran orang lain sebagai saudaranya.
Untuk membangaun ukhuwah buasanya melalui proses : ta’aruf (saling mengenal), ta’aluf (menjalin ikatan hati), tafahum (saling memahami), dan takaful (saling memberikan pertolongan).
CINTA yang terkoordinasi dalam susunan yang rapi akan menjadi daya penghancur yang hebat bagi musuh-musuhnya. Dalam hal ini tidak hanya perkumpulan lahirian saja, tapi HATI dan RUH mereka menjadi daya dorong yang sangat kuat sehingga melahirkan daya juang yang sangat tinggi. Cinta dan kasih sayang sebagai daya magnet yang kuat terhadap manusia sekelilingnya.
Dan kasih sayang ini, hendaklah ditebarkan ke seluruh kaum muslimin serta dijadikan shibghah (celupan) yang akan mewarnai hidup kita.
Maka.... sikap yang seharusnya muncul adalah sikap saling mencintai dan bersaudara serta saling memberikan dukungan.
MUSLIMIN ITU MERINDUKAN SURGA. MUSLIMIN ITU SEBAGAI MOTOR PENNGERAK UMAT MENUJU KESANA. Dan dari sekian banyak manusia itu yang paling besar jaminan masuk surganya adalah mereka yang berjama’ah dan ber-iltizam (komitmen)di dalamnya.
“Barangsiapa yang memisahkan dirinya dari jama’ah sejengkal kemudian ia mati maka matinya adalah jahiliyah. (HR. Muttafaaq’alaih)”
TANPA JAMA’AH maka tak ada motor penggerak ummat untuk mengajak mereka ke surga-NYA. Jama’ah bertugas memanajemen manusia agar mereka tidak keluar dari jalan Islam. Selalu ada tugas untuk mengajak manusia berhimpun dalam umat Rasululloh saw. Tugas jama’ah adalah sebagai penggembala yang menggiring dan mengawasi gembalaannya agar tidak hilang jumlahnya serta selamat hingga ke tempat pulang.
So,,,,... jama’ah harus selalu sibuk mengajak manusia dan memanajemen mereka kepada keutuhan umat Islam. Menghabiskan waktu untuk mengambil hati manusia agar kembali kepada Tuhannya, ke taman surga. SEMANGAT MENGAJAK KE SURGA tak akan muncul manakala para aktivisnya tidak punya rasa rindu terhadap SURGA.
Untuk apa kita berjama’ah jika tak ada kerinduan ke surga-Nya?
Tak akan ada jama’ah perindu surga tapa kader-kader atau anggotanya yang antusias dengannya. Kerinduan akan surga menjadikan beban dan ujian menjadi lebih ringan. Kehidupan akan lebih bermakna karena terpampang harapan.
Adapun secara umum bentuk tuntutan jama’ah dakwah : Faham, ikhlas, dan loyalitas...
Faham adalah tuntutan akal agar tidak lagi cenderung pada idologi lain. Ikhlas adalah tuntutan untuk hati agar hati tidak lagi mendua antara Islam dan kekufuran. Dan loyalitas adalah tuntutan untuk amal agar aktivitasnya jelas dan tampak secara lahiriyah sehingga menjadi tauladan dan harapan umat.
Tetapi, jangan takut!!!

Bekerja dalam jama’ah akan meminta keutuhan sebagai manusia tersebut untuk dipersembahkan kepada Islam. TAK AKAN ADA YANG TERSISA, dan semuanya harus dikembalikan kepada Alloh ‘azza wa Jalla.
Adanya konsekuensi dari berjama’ah adalah berupa :
- Melebur
Ia akan melebur bersama dakwah dan dakwah pun melebur bersamanya. Ia akan menjadi Muslim Mujahid. Waktu, harta, cita-cita bahkan jiwanya tercurah mengalir untuk jihad di jalan Alloh swt. Kegembiraan dan kegelisahannya menyatu dengan problematika dakwah. Keseriusan dan santai-nya tidak terlepas dari jalan dakwah islamiyah. Profesi dan potensi senantiasa mengiringi jalan-jalan Robbani.
- Pengorbanan
Menjadi aktivis dakwah berarti menjual dirinya kepada Tuhannya dan kehidupannya sudah -terjual habis diborong oleh-NYA.
Itu adalah konsekuensi yang membawa kita pada surga-Nya. Dan semoga menghantarkan kita bertemu dan melihat wajah-NYA kelak di akhirat sana..

http://www.poerbacommunications.blogspot.com/
Wallohu’alam bish showab.

Related Posts by Categories



0 komentar:

Posting Komentar

Comment